Course Content
Strategi Bauran Pemasaran dan Pengembangan Produk
0/3
Digital Marketing

Klasifikasi pasar

rupakan tempat terbaik untuk mempertemukan konsumen/pelanggan dengan produk yang dibutuhkannya. Seiring berkembangnya kegiatan bisnis, jenis-jenis pasar juga semakin beragam. Jika dahulu kegiatan bisnis di pasar harus dilakukan dengan bertemu secara langsung, maka saat ini produk dan pemilik kebutuhan tidak harus bertemu secara langsung di pasar. Pengklasifikasian pasar yang ada dapat didasarkan pada beberapa hal, yaitu waktu, luas jangkauan, bentuk kegiatan, cara transaksi, jenis barang, dan berdasarkan strukturnya. Berikut klasifikasi pasar dan penjelasannya.

a. Berdasarkan waktunya
Pasar berdasarkan waktunya, dapat dibagi menjadi lima sebagai berikut.


1) Pasar harian adalah tempat di mana pertemuan antara pembeli serta penjual bisa dilakukan setiap hari. Pasar harian umumnya menjual beragam jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan bahan mentah, kebutuhan jasa, serta kebutuhan produksi.
2) Pasar mingguan adalah pasar yang melakukan kegiatannya setiap seminggu sekali. Umumnya, pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih sedikit seperti di perdesaan.
3) Pasar bulanan adalah pasar yang melakukan kegiatannya setiap sebulan sekali dan hanya terdapat di daerah-daerah tertentu. Umumnya, para pembeli di pasar tersebut membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali. Contohnya pasar hewan.
4) Pasar tahunan adalah pasar yang diselenggarakan tiap tahun sekali. Pasar tahunan umumnya bersifat nasional dan bertujuan untuk mempromosikan suatu produk baru. Contoh pasar tahunan, yaitu pameran pembangunan, pekan raya Jakarta, dan sebagainya.      

5) Pasar kontemporer adalah pasar yang diselenggarakan hanya pada waktu tertentu serta pasar kontemporer bisa terjadi secara tidak rutin atau hanya sesekali saja. Umumnya, pasar kontemporer dibuka untuk merayakan suatu peristiwa tertentu. Contoh pasar kontemporer, yaitu bazar.


b. Berdasarkan luas jangkauannya
Berdasarkan luas jangkuannya, pasar dibagi menjadi empat jenis sebagai berikut.


1) Pasar daerah adalah pasar yang memungkinkan transaksi penjualan dan pembelian dilakukan dalam satu daerah dengan produk yang dihasilkan, bisa juga dikatakan pasar yang melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.
2) Pasar lokal adalah pasar yang memungkinkan transaksi penjualan dan pembelian dilakukan dalam satu kota dengan produk yang dihasilkan, bisa dikatakan pasar yang melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota. 3) Pasar nasional adalah pasar yang memungkinkan transaksi penjualan dan pembelian dilakukan dalam satu negara dengan produk yang dihasilkan, bisa dikatakan pasar yang melayani permintaan dan penawaran dari dalam negeri.
4) Pasar internasional adalah pasar yang memungkinkan transaksi penjualan dan pembelian dari berbagai negara di dunia, bisa dikatakan pasar yang melayani permintaan dan
penawaran di seluruh dunia.


c. Berdasarkan bentuk kegiatannya
Pasar berdasarkan bentuk kegiatannya dibedakan menjadi pasar tidak nyata dan pasar nyata.

1) Pasar tidak nyata atau pasar abstrak adalah suatu pasar di mana proses jual beli tidak dilakukan secara langsung, tetapi hanya menggunakan aplikasi atau surat dagang saja. Contohnya pasar online, pasar valuta asing, pasar modal, dan pasar saham.
2) Pasar nyata atau pasar konkret adalah suatu pasar di mana terdapat beragam jenis barang yang diperjualbelikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contohnya pasar swalayan dan pasar
tradisional.


d. Berdasarkan cara transaksinya
Berdasarkan cara transaksinya, jenis pasar yaitu pasar tradisional dan pasar modern.
1) Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional di mana para pembeli dan penjual bisa melakukan tawar-menawar secara langsung. Berbagai jenis barang yang diperjualbelikan adalah barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari.
Berikut ciri-ciri pasar tradisional.
a) Dikelola oleh pemerintah setempat atau daerah.
b) Adanya sistem tawar-menawar.
c) Barang yang dijual beragam serta dengan tempat yang sama.
d) Sebagian besar barang-barang serta jasa yang dijual merupakan hasil lokal.


2) Pasar modern adalah sebuah pasar yang bersifat modern, di mana terdapat berbagai macam barang yang diperjualbelikan dengan harga yang telah pas dengan layanan yang mandiri. Tempat berlangsungnya pasar modern, seperti di plaza, mal, dan tempat-tempat yang lainnya.


e. Berdasarkan jenis barangnya Pasar menurt jenis barangnya, yaitu:

 Pasar sumber daya produksi adalah suatu pasar yang memperjualbelikan barang-barang atau jasa faktor-faktor produksi, misalnya tenaga kerja, mesin-mesin, dan tenaga ahli. Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan beragam jenis barang yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari manusia.

f. Berdasarkan strukturnya

Struktur pasar merupakan berbagai dimensi yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan dalam pasar, seperti karakteristik dan jumlah perusahaan, skala produksi, dan tingkat kesamaan atau perbedaan dari produk yang dihasilkan perusahaan. Berdasarkan strukturnya, pasar dibagi dua macam, yaitu pasar persaingan tidak sempurna dan pasar persaingan sempurna.
1) Pasar persaingan tidak sempurna merupakan salah satu bentuk pasar yang mana di dalamnya hanya terdapat satu atau beberapa pedagang saja yang menguasai harga dan juga pasar, sedangkan pembelinya sangat banyak.

Adapun ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna, sebagai berikut.

a) Memiliki jumlah pedagang yang sangat sedikit, akan tetapi terdapat banyak pembeli.  

b) Para pedagang memiliki hak dalam menentukan harga dari barang dagangannya.  

c) Apabila ada pedagang baru yang masuk ke dalam pasar tersebut, maka akan sulit untuk
bersaing dengan pedagang yang lainnya.


d) Barang yang diperjualbelikan merupakan produk-produk yang dibuat secara khusus
sehingga susah untuk mencari penggantinya.


e) Produk yang diperjualbelikan di dalam pasar umumnya bersifat heterogen. Pasar persaingan tidak sempurna dalam kegiatan bisnis tidak hanya satu jenis saja,

melainkan terdiri dari beberapa jenis pasar, sebagai berikut.

a) Pasar oligopoli
Pasar oligopoli adalah kondisi pasar di mana komoditas hanya dikuasai oleh beberapa perusahaan. Kondisi ini membuat persaingan harga di pasar jadi tidak seimbang. Pasar oligopoli memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.
(1) Menciptakan dua macam produk yang bersifat homogen dan heterogen.
(2) Sangat memerlukan kegiatan promosi terhadap barang yang diperjualbelikan.   (3) Jumlah keberadaan dari produsen sangat sedikit.
(4) Persaingan yang ada di pasar tidak hanya tentang harga, akan tetapi pelayanan, iklan, dan juga promosi.
(5) Para pedagang baru akan sangat sulit untuk memasuki kawasan pasar.
(6) Harga yang sudah ditentukan umumnya tidak diubah atau bisa dikatakan sangat stabil.

Sebagai salah satu jenis pasar persaingan tidak sempurna, tentu saja pasar oligopoli memiliki kelemahannya, yaitu:

(1) Kemungkinan adanya perusahaan yang memegang hak paten atas suatu produk sehingga tidak mungkin bagi perusahaan lain untuk memproduksi jenis produk yang

(2) Sangat sulit memasuki pasar, kalaupun bisa, dibutuhkan modal dan investasi yang sangat besar karena adanya skala ekonomis yang sudah dibuat oleh perusahaan yang terlibat dalam pasar.


(3) Konsumen cenderung loyal terhadap produk hasil perusahaan tertentu sehingga perusahaan lain sulit memasuki pasar.


(4) Kemungkinan terjadinya kolusi sangat besar, mengingat jumlah perusahaan yang sedikit sehingga dapat terjadi monopoli dan dapat merugikan masyarakat.


(5) Adanya hambatan dari pemerintah seperti hak waralaba, sehingga perusahaan lain tidak bisa memasuki pasar.

Meskipun demikian, pasar oligopoli tetap memiliki kelebihannya sebagai berikut.  

(1) Jumlah perusahaan yang terlibat hanya sedikit sehingga persaingan jadi lebih rendah dan biaya produknya juga akan ikut rendah.

(2) Jika ada persaingan antarperusahaan, maka yang paling diuntungkan adalah konsumen.

b) Pasar oligopsony

Pasar oligopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang di dalamnya terdapat dua atau lebih pembeli (umumnya pelaku usaha) yang menguasai pasar dalam hal penerimaan pasokan, atau berperan sebagai pembeli tunggal atas barang/jasa di dalam suatu pasar komoditas.
Pada pasar ini pembeli merupakan pelaku usaha yang membeli bahan mentah lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Dalam pasar ini, pembeli memiliki peranan besar dalam hal penentuan harga barang di pasar tersebut.
Adapun karakteristik pasar oligopsoni, sebagai berikut.

(1) Hanya terdapat beberapa konsumen di dalam pasar oligopsoni.

(2) Harga dari barang yang diperjualbelikan di dalam pasar cenderung lebih stabil dan
tidak fluktuatif.
(3) Produk atau barang yang dijual merupakan bahan setengah jadi. 

c) Pasar monopsoni

Pasar monopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang di dalamnya hanya ada satu pembeli saja, yang biasanya berupa pelaku usaha yang menjadi pembeli tunggal, sehingga mereka menguasai pasar komoditas. Karena pasar monopsoni hanya mempunyai satu pembeli dan beberapa penjual saja, maka para pedagang pada pasar tersebut hanya bisa bergantung pada satu pembeli tersebut. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, operasional, dan lain-lain. Berikut ciri-ciri dari pasar monopsoni. seperti kondisi pasar yang kurang memadai, lokasi yang sulit dijangkau, tingginya biaya

(1) Konsumen dijadikan sebagai pihak sentral yang berkuasa dalam menentukan harga.

(2) Barang yang diperjualbelikan hanya berfokus pada bahan mentah.
(3) Hanya memiliki satu konsumen atau pembeli saja.

d) Pasar monopoli

Pasar monopoli adalah kondisi di mana hanya ada satu produsen atau penjual yang dapat menguasai pasar dan melayani konsumen yang datang. Pasar ini menjadi bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu produsen yang berhadapan dengan banyak konsumen. Pasar monopoli memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.
(1) Para pedagang baru akan sangat sulit untuk memasuki wilayah pasar.
(2) Hanya memiliki satu pedagang yang berkuasa di dalam industri atau pasar.   (3) Hanya terdapat satu jenis barang saja, sehingga barang tersebut tidak ada penggantinya.
(4) Pedagang tidak memerlukan kegiatan promosi terhadap barang dagangannya.   (5) Pedaganglah yang bertugas sebagai penentu dari harga barang yang mereka jual. Meskipun jenis pasar ini hanya ada satu penjual yang menguasai pasar, namun bukan berarti pasar ini tidak memiliki kekurangan.

Berikut kekurangan dari pasar monopoli.  

(1) Mengurangi kepuasan konsumen, artinya harga yang tinggi membuat kepuasan konsumen menurun, setiap kali konsumen membayar lebih untuk suatu barang maka akan berbanding lurus dengan penurunan kepuasan konsumen.
(2) Adanya ketidakadilan, hal ini tercermin dari harga yang tinggi dengan kualitas barang yang tidak maksimal, tentu saja hal ini akan sangat merugikan konsumen.
(3) Penyalahgunaan kekuasaan pasar, karena sering kali perusahaan menyalahgunakan kekuasaan atas pasar untuk keuntungan pribadi, misalnya menaikkan harga yang tidak rasional.
(4) Tingkat produksi lebih rendah, artinya jumlah produksi cenderung lebih rendah dari yang seharusnya sehingga konsumen sangat ketergantungan dan hal ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.
Sedangkan kelebihan dari jenis pasar monopoli, sebagai berikut.
(1) Mendorong inovasi, artinya dengan adanya hak paten membuat perusahaan bersemangat untuk melakukan inovasi, dengan adanya hak paten perusahaan tidak perlu khawatir produk mereka ditiru oleh pesaing.
(2) Mengurangi adanya persaingan tidak sehat. Tentu saja dalam pasar monopoli tidak akan ada persaingan karena hanya ada satu perusahaan saja, kadang kala persaingan itu menciptakan biaya sehingga konsumen yang akan dirugikan, karena harga dari produk tersebut akan menjadi mahal.
(3) Efisiensi produk, artinya pasar akan lebih efisien jika hanya satu perusahaan yang memproduksi suatu barang tertentu, dengan adanya satu perusahaan maka biaya produksi akan lebih rendah sehingga tentu saja akan menguntungkan konsumen karena dapat membayar lebih murah, kecuali jika perusahaan semena-mena dalam menentukan harga.

e) Pasar monopolistik

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu pasar yang di dalamnya terdapat banyak ini jumlahnya sangat tidak terbatas tetapi barang atau produk yang dihasilkan setiap produsen memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan barang lainnya. tersebut mempunyai perbedaan pada beberapa aspek. Produsen atau penjual di pasar produsen dalam menghasilkan barang yang sama tetapi masing-masing pada barang 

(1) Keberadaan dari para produsen dapat memengaruhi harga di dalam pasar.
Berikut karakteristik pasar monopolistik.
(2) Produk yang diperjualbelikan bersifat heterogen.
(3) Terdapat sejumlah pedagang atau produsen yang cukup banyak.
(4) Para produsen sangat mudah untuk keluar masuk pasar dengan bebas atau tidak
ada syarat.
(5) Kegiatan iklan atau mempromosikan barang sangat aktif dilakukan.
Pasar monopolistik memiliki kelebihannya sendiri dibandingkan dengan jenis pasar yang


lainnya. Adapun kelebihan pasar monopolistik, antara lain:
(1) Banyak penjual mengakibatkan banyaknya produk yang ditawarkan, dengan begitu
konsumen akan memiliki pilihan yang beragam.
(2) Kebebasan dalam keluar masuk pasar akan membuat persaingan sehat terjadi
sehingga akan mendorong inovasi dalam menciptakan produk.
(3) Diferensiasi produk mengakibatkan konsumen lebih selektif dalam memilih produk sehingga produsen yang mempunyai ciri khas pada produknya dapat dengan mudah
memiliki pelanggan.
(4) Banyak varian produk sehingga menjadi pasar yang paling banyak dikunjungi oleh
konsumen.

Meskipun demikian, bukan berarti pasar monopolistik tidak memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan pasar monopolistik, antara lain:
(1) Memiliki persaingan yang tinggi, baik dari segi produk, harga, dan pelayanan sehingga yang tidak memiliki modal yang cukup akan mudah tersingkir dari pasar.
(2) Memiliki skala ekonomis yang tinggi, meskipun pasar ini bebas dimasuki tetapi butuh modal yang besar untuk memasukinya.
(3) Produk yang beragam membutuhkan inovasi dan biaya yang sangat besar. Biaya dari produksi akan dibebankan kepada konsumen, sehingga konsumen yang pada akhirnya dirugikan.

2) Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna merupakan sebuah pasar yang mana terdapat banyak para pelaku usaha atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa, dengan produk yang ditawarkan relatif sama atau bisa disebut homogen. Harga yang terbentuk pada pasar persaingan sempurna dikarenakan interaksi antara permintaan dan penawaran yang saling menyepakati, sehingga pembeli dan penjual di pasar ini tidak akan memengaruhi harga barang atau jasa yang ditawarkan.
a) Ciri-ciri pasar persaingan sempurna, sebagai berikut.
      (1) Penjual dan pembeli sangat banyak.
      (2) Produk bersifat homogen (serbasama).
      (3) Produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasar.
      (4) Konsumen mengetahui kondisi pasar.
      (5) Faktor produksi bergerak bebas karena banyaknya jumlah produsen.
      (6) Harga pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

b) Kelebihan pasar persaingan sempurna, antara lain:  

(1) Harga sudah disepakati dan diterima bersama sehingga persaingan harga hampir
tidak ada.
(2) Jumlah produsen dalam pasar sangat banyak sehingga akan sulit melakukan
persaingan dengan cara yang tidak sehat.
(3) Barang yang ditawarkan cepat terjual tanpa mengalami penurunan harga. (4) Kegiatan saling menyaingi antarpenjual tidak terlalu tampak.

c) Kekurangan pasar persaingan sempurna, di antaranya:  

(1) Dalam pasar persaingan sempurna, penelitian dan pengembangan produk untuk
kurvasi sangat kurang karena tidak adanya biaya yang disebabkan jumlah laba
kurang mencukupi.
yang
(2) Keuntungan sudah dapat diprediksi karena produsen tidak dapat memengaruhi harga.

(3) Upah dan gaji pekerja sangat rendah karena laba yang didapat sering kali tidak
mencukupi.
(4) Adanya homogenitas menyebabkan konsumen tidak bebas untuk memilih barang.