Course Content
Strategi Bauran Pemasaran dan Pengembangan Produk
0/3
Digital Marketing

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Untuk mencapai kesuksesan berbisnis dibutuhkan kecakapan yang kompleks dalam proses pengelolaan bisnis tersebut. Tidak hanya mempunyai produk berkualitas, tetapi banyak faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan, salah satunya yakni lini pemasaran. Perusahaan ketika ingin mengeluarkan sebuah produk baru, tidak bisa langsung begitu saja dijual ke pasaran. Diperlukan beberapa strategi khusus supaya produk yang dijual bisa laris di pasaran. Dalam hal ini pemasaran merupakan salah satu komponen penting. Strategi dalam melakukan proses pemasaran disebut sebagai bauran pemasaran atau marketing mix.

  1. Pengertian bauran pemasaran (marketing mix)
    Bauran pemasaran adalah kombinasi dari berbagai faktor yang dapat dikontrol oleh individu atau perusahaan untuk memengaruhi para pelanggan atau konsumen dalam melakukan pembelian barang atau pemakaian jasa yang ditawarkan. Terdapat beberapa definisi bauran pemasaran menurut ahli, yaitu:
    a. Buchari Alma
    Marketing mix adalah strategi mengombinasikan kegiatan-kegiatan marketing agar tercipta kombinasi yang maksimal sehingga memunculkan hasil paling memuaskan.
    b. Sofyan Assauri
    Marketing mix adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, di mana variabel dapat dikendalikan oleh pemasaran untuk memengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
    c. Kotler dan Armstrong
    Bauran pemasaran atau marketing mix adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, seperti produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran.

Adapun tujuan bauran pemasaran, sebagai berikut.
a. Agar perusahaan dapat lebih terorganisasi dalam memasarkan produknya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.
b. Mempersiapkan rencana taktis secara rinci yang akan digunakan dalam pemasaran.

Oleh karena itu, bauran pemasaran memiliki peranan penting dalam memengaruhi konsumen agar dapat membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Inti dari bauran pemasaran mengarah pada subjek dan objek strategi pemasaran yang secara agregat terdiri atas produk, harga, distribusi, dan promosi. Sehingga sangat tepat bahwa untuk memberikan kepuasan kepada konsumen atau pelanggan, maka pihak manajemen perlu menerapkan strategi bauran pemasaran dalam peningkatan volume omzet penjualan.

Konsep bauran pemasaran (marketing mix)
Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya tentu berkeinginan menciptakan baran yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Peluang pasar tidak datang begitu saja melainkan harus ada kreativitas bisnis yang sesuai dengan kebutuhan agar dapat meningkatkan penjualan dan berdaya saing guna merebut pangsa pasar. Saat ini perusahaan berusaha mencari strategi promosi yang beda untuk menarik dan menjadi pertahanan pelanggan ketika menawarkan jenis produk yang unggul pada suatu perusahaan. Bauran pemasaran menjadi salah satu alternatif strategi pemasaran efektif guna mendukung aktivitas pemasaran. Adapun sebagai acuan strategi pemasaran dapat menggunakan bauran pemasaran konsep 7P, yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Berikut penjelasannya.

a. Produk (product)
Adapun definisi produk menurut beberapa ahli, sebagai berikut.
1) Menurut Swastha dan Irawan, produk adalah suatu sifat yang kompleks, baik yang dapat diraba maupun tidak dapat diraba, terutama bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, serta pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.


2) Menurut Fandy Tjiptono, produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi.

Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pasar. Produk yang ditawarkan meliputi fisik, jasa, kegiatan, pengalaman, orang, tempat, organisasi, dan ide. Jadi, produk memiliki manfaat tangible (langsung) dan intangible (tidak langsung) yang dapat memuaskan pelanggan.

b. Harga (price)
Harga merupakan sejumlah uang yang harus diberikan konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang dijual. Harga menjadi aspek yang sangat penting karena umumnya konsumen harga produk, antara lain: menjadikan harga sebagai pertimbangan utama sebelum membeli. Adapun tujuan penetapan

1) Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada pengambilan keputusan pembelian bersih.
2) Mendapatkan laba maksimum.
3) Mencegah atau mengurangi persaingan dan mempertahankan atau memperbaiki pangsa pasar.

Mengingat sifatnya yang sangat fleksibel, ada baiknya perusahaan selalu mengikuti dinamika pasar agar bisa menetapkan harga pada level yang tepat. Terdapat beberapa tujuan utama yang dapat diraih perusahaan melalui kebijakan harga, antara lain:


1) Untuk bertahan hidup.
2) Memaksimalkan laba jangka pendek.
3) Unggul dalam bagian pasar.
4) Unggul dalam kualitas produk.

Kesalahan dalam menentukan harga produk menyebabkan produk tersebut tidak laku atau bahkan tidak diperbolehkan lagi untuk diproduksi.

c. Tempat (place)
Dalam industri manufaktur, place (tempat) diartikan sebagai saluran distribusi. Sedangkan untuk produk industri jasa, place (tempat) diartikan sebagai tempat pelayanan jasa. Dalam memilih lokasi atau tempat perusahaan berada perlu dilakukan berbagai pertimbangan, berikut.

1) Kedekatan dengan kawasan industri.
2) Kedekatan dengan lokasi perkantoran.
3) Kedekatan dengan lokasi pasar.
4) Kedekatan dengan pusat pemerintahan.
5) Kedekatan dengan pusat lokasi perumahan atau masyarakat.

6) Jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi.
7) Sarana dan prasarana (jalan, pelabuhan, listrik, dan sebagainya).

Menurut Swastha, saluran distribusi pemasaran memegang peranan dalam membantu menyampaikan barang atau jasa dari pihak produsen ke konsumen. Dalam hal ini ada tiga
jenis interaksi yang memengaruhi distribusi, yaitu:


1) Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan).
2) Pemberi jasa mendatangi konsumen.
3) Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung.

d. Promosi (promotion)
Pada hakikatnya promosi merupakan suatu aktivitas yang mengomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Adapun pengertian promos
menurut beberapa ahli, sebagai berikut.
1) Menurut Tjiptono, promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, memengaruhi/membujuk, dan/ata mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
2) Menurut Swastha, promosi adalah arus informasi dan persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

Promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan tentu memiliki tujuan, antara lain:
1) Menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan.
2) Berusaha menarik calon konsumen yang baru.
3) Mempertahankan konsumen lama.

Hal yang harus diperhatikan dalam promosi adalah pemilihan bauran promosi. Unsur-unsur yang terdapat dalam bauran promosi, sebagai berikut.
1) Penjualan personal (personal selling) adalah presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
2) Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

Adapun yang termasuk dalam mass selling, antara lain:
a) Periklanan (advertising) adalah semua bentuk presentasi berbayar nonpribadi dan ide pemasaran barang atau jasa dengan sponsor tertentu, misalnya banner, brosur, poster, dan lain-lain.
b) Promosi penjualan (sales promotion) adalah insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa, misalnya diskon, potongan penjualan, dan lain-lain.
c) Pemasaran langsung (direct marketing) adalah hubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk memperoleh respons segera dan membangun hubungan pelanggan yang baik, misalnya melalui website.
d) Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu organisasi untuk memengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.
e) Publisitas adalah kegiatan meningkatkan kesadaran dari seseorang, produk, atau layanan agar diperhatikan oleh banyak orang. Adapun karakteristik publisitas, yaitu:


(1) Umumnya memerlukan biaya yang rendah atau gratis.
(2) Tidak bermaksud untuk mempromosikan produk atau layanan.
(3) Memiliki audiens yang luas.

e. Orang (people)
Yang termasuk dalam aspek ini tentu saja bukan hanya konsumen namun semua sumber daya manusia yang terlibat, termasuk pekerja atau tim bisnis. Hal ini sangat penting diperhatikan mengingat semua orang tentunya mempunyai kecenderungan yang berbeda dalam dunia
bisnis.

f. Proses (process)
Proses merupakan gabungan semua aktivitas, umumnya terdiri dari prosedur, jadwal, pekerjaan. mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin di mana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada
konsumen.
Proses dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Kompleksitas berhubungan dengan langkah-langkah dan tahapan proses layanan
konsumen.
2) Keragaman berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau tahapan proses layanan konsumen.

g. Sarana fisik (physical evidence)
Sarana fisik adalah lingkungan tempat jasa disampaikan dan tempat penyedia jasa dengan konsumen berinteraksi beserta dengan semua komponen lainnya yang mendukung terwujudnya atau terkomunikasinya jasa. Elemen bukti fisik (physical evidence) termasuk seluruh aspek fasilitas fisik dari organisasi jasa yang terdiri dari atribut eksterior dan interior serta hal berwujud lainnya. Levolock mengemukakan bahwa perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu:
1) An attention creating medium
Perusahaan jasa melakukan diferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target pasar.
2) As a message creating medium
Perusahaan menggunakan simbol atau isyarat untuk mengomunikasikan secara insentif kepada audiensi mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa.
3) An effect creating medium
Dalam hal ini, baju seragam yang berwarna, bercorak, suara, dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari produk jasa yang ditawarkan

.
Faktor yang memengaruhi bauran pemasaran Ada beberapa faktor yang memengaruhi bauran pemasaran yang tentunya sangat perlu dipertimbangkan. Beberapa faktor tersebut sebagai berikut.

a. Jenis pasar produk
Pada jenis pasar produk ini tingkat pemanfaatan alat promosi sangat bervariasi, yaitu antarpasar konsumen dan pasar industri. Di dalam perusahaan, suatu produk konsumsi lebih berpusat di titik pemasaran dan juga iklan penjualan perorangan dan hubungan masyarakat sesuai dengan urutannya. Sementara untuk perusahaan industri bisa lebih berpusat di sektor penjualan yang dimulai dari promosi, iklan, hingga langsung pada end user.


b. Strategi dorong lawan dan strategi tarik
Strategi ini merupakan strategi bauran pemasaran untuk menciptakan penjualan. Dalam strategi dorong hal yang diutamakan adalah pemasaran dan penjualan individu atau perorangannya. Sehingga strategi dorong merupakan strategi promosi yang menggunakan tenaga penjual dan promosi perdagangan untuk mendorong produk lewat saluran distribusi. Sedangkan pada strategi tarik, periklanan, dan pemasaran kepada konsumen akan lebih berperan.
c. Tahap kesiapan pembeli


Alat-alat pemasaran mempunyai nilai efektivitas yang tidak sama di beberapa tingkat kesiapan konsumen. Selain itu, publisitas dan juga periklanan mempunyai sejumlah peran yang mampu membangun kesadaran pembeli.

Bauran pemasaran akan berjalan dengan baik apabila sasaran pemasarannya tepat. Pemilihan pemen yang terlalu sempit/sedikit akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai volume penjualan dan laba yang dikehendaki. Namun, jika terlalu luas maka akan menyebabkan biaya ekstra yang melebihi kenaikan penjualan dan laba.

Ancaman persaingan
Perusahaan-perusahaan harus mulai memberi perhatian besar pada para pesaing mereka. mengumpulkan informasi penting yang terus-menerus tentang para pesaing. Perusahaan-perusahaan yang berhasil mulai merancang dan mengoperasikan sistem untuk

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan yang menentukan daya tarik laba jangka panjang intrinsik pasar atau segmen pasar tertentu. Lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli, dan pemasok. Namun dengan adanya kekuatan tersebut akan menimbulkan ancaman. Adapun ancaman yang dimaksud, yaitu: 

a. Pesaing segmen yang sudah ada sebelumnya
Segmen menjadi tidak menarik untuk dimasuki jika sebelumnya sudah banyak persaingan yang ketat dan agresif. Apalagi kalau segmen tersebut bersifat stabil atau menurun, biaya tetap (fixed cost) tinggi, dan pesaing mempunyai daya tahan tinggi untuk tetap berada pada segmen tersebut. Kondisi ini akan menyebabkan perang harga dan periklanan sehingga pengembangan dan pengenalan produk baru akan menjadi mahal bagi perusahaan untuk ikut bersaing.

b. Pendatang baru
Suatu segmen menjadi tidak menarik jika mengundang beberapa pesaing baru yang mempunyai kapasitas baru, sumber yang lebih baik, dan sarana bagi pertumbuhan pangsa pasarnya. Walaupun juga bukanlah hal yang mudah bagi pendatang baru untuk masuk pada segmen yang banyak diminati perusahaan.

c. Produk pengganti (substitute product)
Suatu segmen menjadi tidak menarik jika terdapat produk pengganti (baik aktual ataupun potensial). Pengganti tersebut membatasi harga dan laba potensial yang bisa diperoleh segmen tersebut. Jika teknologi atau persaingan di dalam produk pengganti meningkat, maka harga dan laba di dalam segmen akan turun.


d. Meningkatnya kemampuan menawar dari pembeli
Jika kemampuan menawar dari pembeli meningkat, suatu segmen menjadi tidak menarik lagi untuk dimasuki. Pembeli akan menekan agar harga bisa turun, menghendaki pelayanan dan kualitas yang lebih baik, dan menyebabkan persaingan tidak sehat di antara penjual. Kemampuan menawar konsumen meningkat ketika konsumen menjadi lebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tidak sesuai dengan harga yang harus ditanggung konsumen, produk tidak dibedakan, konsumen sensitif terhadap harga, atau ketika konsumen mengetahui kelemahan penjual perusahaan. Penjual perlu untuk mempunyai pertahanan diri yang kuat. 

e. Meningkatnya kemampuan menawar dari pemasok
Pendidikan Antikorupsi
Kedisiplinan
Peserta didik menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku di berbagai tempat.
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok. Para pemasok cenderung menjadi kuat jika mereka terkonsentrasi atau terorganisasi, terdapat sedikit substitusi, produk yang dipasok merupakan input yang penting, biaya berpindah pemasok tinggi, dan pemasok dapat melakukan integrasi ke hilir. Pertahanan terbaik adalah membangun hubungan win-win solution dengan para pemasok atau memakai berbagai sumber pasokan.

Pelaksanaan bauran pemasaran
Keberhasilan menggunakan strategi bauran pemasaran dapat dinilai dari kualitas jasa atau barang yang ditawarkan. Selain itu, beberapa faktor penentu juga bisa mengukur keberhasilan strategi tersebut, seperti kualitas dan harapan produk/jasa.

  1. Kualitas di sini maksudnya kualitas barang ataupun jasa yang diterima pelanggan.
  2. Harapan produk atau jasa, maksudnya harapan konsumen terhadap produk perusahaan. Jadi, jika ingin menjual atau menawarkan produk pada calon konsumen ada baiknya perusahaan melihat terlebih dahulu apakah produk sudah layak atau para konsumen tersebut terima dan sudah sesuai harapan kebanyakan orang. Jika dirasa produk belum siap untuk dipasarkan, maka lebih baik menunda dahulu kegiatan promosi sampai produk tersebut benar-benar siap untuk dipromosikan. Hal ini dikarenakan untuk memenangkan persaingan pasar bukan ditentukan oleh siapa yang lebih dahulu menerbitkan produknya, melainkan pihak yang merancang strategi dengan baiklah yang akan memenangkan persaingan pasar. Terdapat lima unsur yang bisa memengaruhi seberapa baik kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Adapun unsur tersebut, yaitu: 

1) Assurance (jaminan). 4) Responsive (daya tanggap),
2) Empathy (empati). 5) Tangible (bukti nyata).
3) Reliability (keadaan).