Pemasaran Produk
Dengan semakin meluasnya jangkauan pasar yang dapat dicapai suatu produk akan meningkatkan peluang mendapatkan konsumen yang lebih banyak dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Untuk melakukan pemasaran perusahaan bisa menggunakan sistem konvensional ataupun modern.
Perkembangan pemasaran
Seiring dengan perkembangan zaman, pemasaran dapat dilakukan baik secara konvensional maupun menggunakan teknologi modern sehingga mampu menarik perhatian konsumen supaya menggunakan suatu produk yang dipasarkan tersebut. Adapun perkembangan pemasaran yang terjadi, sebagai berikut.
a. Tahap perkembangan pemasaran
Menurut Philip Kotler, ada delapan tahap perkembangan perekonomian yang juga menggambarkan perkembangan pemasasaran. Tahapan perkembangan tersebut, sebagai berikut.
1) Tahap ekonomi swadaya atau sendiri
Pada tahap ini, individu dan/atau masyarakat apabila akan memenuhi setiap kebutuhan hidupnya tentu melakukan usaha secara mandiri seperti memancing, berburu, bercocok tanam, dan sebagainya. Pada tahap ini belum terjadi proses pertukaran, ini berarti belum terjadi pemasaran.
2) Tahap ekonomi famili
Pada tahap kedua ini, individu dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dilakukan secara bersama-sama dengan keluarganya, sehingga mereka saling membantu. Pada tahap ini juga belum terjadi proses pertukaran atau belum terjadi pemasaran. 3) Tahap barter sederhana
Tahap ini, menggambarkan kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai suku/kelompok yang lokasinya dapat berbeda dan mereka sekali-sekali terjadi/melakukan pertemuan baik disengaja maupun tanpa direncanakan, mereka umumnya membawa barang-barang yang berasal dari daerah masing-masing dan mereka saling tertarik untuk melakukan pertukaran, maka terjadilah barter (pertukaran) yang sifatnya masih sangat sederhana. Pada kondisi inilah mulai lahir apa yang dimaksud dengan pemasaran. 4) Tahap pasar lokal
Kondisi di tahap sebelumnya (barter sederhana) mengalami.perkembangan yang pesat berupa ditetapkanya (disepakatinya) tempat tersebut untuk dijadikan tempat pertemuan yang rutin (terus-menerus), namun pada masing daerah tertentu. Umumnya pertemuan tersebut disepakati dua atau satu kali dalam satu minggu tergantung pada kesepakatan mereka. Namun pada pasar lokal ini melakukan pertukaran barang dengan barang (barter). 5) Tahap ekonomi uang
Tahap ini merupakan tahap yang berusaha untuk mengurangi kelemahan yang ada pada tahap sebelumnya yang melakukan transaksi secara barter, seperti memakan waktu yang lama dan tidak semua orang kemauannya sama untuk saling menukar barangnya.
Elemen: Marketing
Oleh karena itu, mencari suatu benda/alat yang dapat digunakan untuk dapat mempermudah proses pertukaran yaitu berupa mata uang, seperti benda-benda yang dianggap memiliki nilai, kemudian berkembang berupa batu-batuan, perunggu, perak, dan emas. Pada kondisi ini aktivitas pemasaran semakin berkembang.
6) Tahap kapitalisme muda
Pada tahap ini kondisi masayarakat ditandai oleh adanya pengelompokan masyarakat menjadi golongan yang kuat seperti tuan tanah, kaum ningrat, kaum borjuis, yang umumnya menguasai perekonomian dan selalu berusaha menumpuk kekayaan (kapital). Kelompok lain adalah kaum buruh/masyarakat kecil, kaum proletar yang umumnya mengabdi pada kaum ningrat dan sebagai objek oleh kaum penguasa dalam memupuk kakayaan.
7) Tahap poduksi massa
Pada tahap ini ditandai dengan ditemukan dan digunakannya alat-alat yang dapat menggunakan teknologi (mekanis) sehingga hasil produksi dapat dihasilkan secara massa dan tahap ini dilandasi oleh kondisi permintaan yang masih lebih banyak daripada penawaran. Akibatnya kegiatan pemasaran semakin bertambah maju dan berkembang.
8) Tahap ekonomi makmur
Tahap ini ditandai oleh kondisi perekonomian yang semakin kompleks, segala macam barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat semakin banyak dan beraneka ragam. Selain itu juga kondisi penawaran relatif lebih besar daripada permintaan. Hal ini menyebabkan kegiatan pemasaran semakin bertambah kompleks.
Perkembangan pasar secara konvensional
Pemasaran konvensional adalah semua jenis pemasaran yang tidak online. Dalam hal ini berarti pemasaran dapat dilakukan melalui media cetak, siaran, surat kabar, telepon, dan iklan luar ruang seperti papan reklame. Pemasaran tradisional memainkan peran penting dalam menjangkau khalayak lokal. Jika bersifat fisik, maka iklan dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama. Selain itu, ada audiens yang lebih mudah dijangkau melalui pemasaran tradisional daripada pemasaran online. Contoh pemasaran konvensional, yaitu pemasangan iklan di billboard, membagikan brosur, iklan di TV serta radio, dan lain-lain. Pemasaran konvensional memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.
1) Menggunakan saluran offline; seperti televisi, radio, selebaran, papan reklame, dan lain- lain.
2) Kurang segmentasi, karena tidak dapat mengelompokkan target audiens secara mikro berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, perilaku, dan lainnya.
3) Memiliki hubungan yang kuat dengan audiens, karena audiens lokal lebih memercayai upaya pemasaran tradisional daripada upaya pemasaran digital.
4) Lebih kredibel, karena ini adalah bentuk pemasaran lama, pelanggan menganggapnya lebih kredibel daripada pemasaran digital.
5) Bisa menjangkau audiens yang lebih besar.
Berikut beberapa teknik yang bisa digunakan untuk memasarkan produk dengan efektif.
1) Menggunakan kartu nama
Dalam dunia bisnis, kartu nama merupakan salah satu strategi yang umumnya digunakan karena dianggap paling efektif dalam marketing konvensional. Adapun kartu nama berisi imformasi yang lengkap sehingga dapat memperkenalkan bisnis atau produk kepada pembeli. Oleh karena itu, kartu nama bisa disebut juga dengan personal branding. Adapun kartu nama biasanya didapatkan ketika terjadi pertemuan antara relasi bisnis atau bisa juga pertemuan dalam event tertentu. Karena kartu nama ini bersifat sebagai personal branding, maka harus dibuat dengan desain yang menarik dan profesional sehingga orang yang memiliki kartu nama tersebut mendapat kepercayaan dari pelanggan atau relasai.
2) Menjalin relasi
Hal ini dilakukan dengan tujuan memperluas pasar dan koneksi atau rekan bisnis. Menjalin relasi berarti membangun suatu hubungan dan bersinergi menjaga komitmen secara bersama-sama. Meskipun saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat, akan tetapi bertatap muka secara langsung masih dianggap efektif dalam menjalin relasi.
Adapun cara untuk membangun hubungan bisnis yang positif dan bermanfaat, sebagai berikut.
a) Menjadi diri sendiri.
b) Menawarkan bantuan sebelum memintanya.
c) Bertanya.
d) Membuat ekspektasi yang jelas.
e) Mencari goals dan ketertarikan serupa.
f) Konsisten berkomunikasi.
g) Meminta feedback.
h) Bersikap jujur.
i) Membagikan informasi yang relevan.
j) Membangun kepercayaan dan rasa saling menghargai.
3) Menggunakan pamflet
Pamflet adalah selembar kertas yang tidak dilipat yang digunakan untuk menarik perhatian audiens. pamflet tidak memiliki cover di mana pada umumnya dicetak pada ukuran kertas 8,5 x 11 inci untuk menjaga biaya produksinya agar tetap rendah. Pamflet juga bisa dibuat dalam berbagai ukuran yang mudah diproduksi agar tetap sesuai kebutuhan perusahaan. Agar sebuah pamflet tidak berakhir sia-sia, maka perusahaan dapat menerapkan beberapa hal sebagai berikut.
a) Membuat desain yang menarik serta memasangnya di tempat yang strategis dan ramai akan aktivitas orang.
b) Supaya pamflet terdapat nilai tambah, maka perlu ditambahkan voucer atau kupon untuk menarik minat konsumen membeli produk yang ditawarkan dalam jumlah tertentu.
c. Pemasaran menggunakan teknologi modern
Semakin dikenalnya internet oleh masyarakat akan memunculkan paradigma dalam suatu bisnis yaitu munculnya pemasaran secara digital. Hal ini berdasarkan acuan perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasarannya yang dilakukannya secara elektronik atau saat ini dikenal dengan sebutan e-commerce. Dalam konsep penjualan ini, penjual dan pembeli tidak perlu melakukan pertemuan dan bertransaksi secara langsung, akan tetapi interaksi penjual dan pembeli dapat dilakukan dengan perantara website. Pemanfaatan teknologi internet dapat memudahkan produsen atau penjual dalam melakukan promosi produk yang mereka pasarkan dan memudahkan pembeli atau konsumen dalam menemukan barang yang mereka butuhkan. Dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi dalam pemasaran memiliki peranan penting dalam meningkatkan eksistensi perusahaan. Ketika suatu perusahaan tidak memanfaatkan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, maka perusahaan tersebut akan kesulitan dalam memasarkan produknya atau dengan kata lain pemasaran tidak optimal. d. Peranan industri 4.0 dalam pemasaran
Kata industri 4.0 belakangan ini sering digemakan oleh masyarakat, akan tetapi tidak sedikit yang memahami apa yang dimaksud dengan industri 4.0. Revolusi industri generasi keempat bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan Al. Secara singkat, dalam industi 4.0 pelaku industri membiarkan komputer saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk akhirnya membuat keputusan tanpa keterlibatan manusia.
Kombinasi dari sistem fisik-cyber, Internet of Things (IoT), dan Internet of Systems membuat industri 4.0 menjadi mungkin, serta membuat pabrik pintar menjadi kenyataan. Revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah cyber physical system merupakan sebuah fenomena terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi.
1. loT (Internet of Things)
Internet of Things atau loT merupakan sebuah konsep di mana sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk dapat mentransfer data yang ada melalui jaringan tanpa diperlukannya interaksi antarmanusia. IoT sendiri merupakan sebuah sistem yang menggunakan berbagai perangkat komputasi, mekanis, serta mesin digital yang menjadi satu kesatuan yang terhubung. Sistem Internet of Things di dalamnya sendiri terdapat empat komponen yang terdiri dari perangkat sensor, konektivitas, pemrosesan data, serta antarmuka pengguna. Salah satu contoh produk dari teknologi loT adalah jarvis yang dapat mematikan lampu ketika sudah pagi hari. Selain itu beberapa aplikasi lain yang memanfaatkan IoT adalah Gowes yang menggunakan loT untuk bike sharing, eFishery yang menggunakan loT untuk memberi pakan ikan secara otomatis, Qlue yang menggunakan loT untuk smart city, serta Hara yang menggunakan loT untuk pangan serta pertanian.
Penggunaan loT memang memiliki banyak kelebihan karena kecanggihannya, antara lain:
1) meningkatkan produktivitas;
2) menghemat biaya;
3) meningkatkan keselamatan;
4) meningkatkan customer service; dan
5) meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan.
Sedangkan kekurangan dari loT sebagai berikut.
1) isu keamanan;
2) bergantung dengan listrik;
3) bergantung dengan kecepatan internet;
4) membutuhkan skill IT yang tinggi; dan
5) mengurangi aktivitas fisik.
2. Pelayanan prima dalam pemasaran
Sikap yang harus dimiliki dalam pelayanan prima antara lain sikap yang ramah, penuh perhatian, dan memiliki rasa bangga terhadap perusahaan. Selain itu, terdapat hal-hal harus diperhatikan yaitu pegawai harus berpenampilan menarik dan sopan sesuai peraturan perusahaan.
a. Tujuan pelayanan prima
Tujuan layanan prima, di antaranya:
1) Memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggannya.
2) Membantu pelanggan untuk mengambil keputusan supaya membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
3) Menumbuhkan rasa percaya pelanggan terhadap barang ataupun jasa yang ditawarkan penjual.
4) Menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan kepada para pelanggan.
5) Untuk menghindari terjadinya berbagai macam tuntutan atau aduan dari pelanggan kepada penjual terhadap produk atau jasa yang dijualnya.
6) Supaya konsumen atau pelanggan merasa diperhatikan dan merasa diperlakukan secara baik.
7) Untuk menumbuhkan dan mempertahankan loyalitas konsumen, supaya tetap membeli barang atau jasa yang dijual.
b. Manfaat layanan prima
Manfaat layanan prima bagi perusahaan,di antaranya:
1) Meningkatkan citra perusahaan.
2) Merupakan promosi bagi perusahaan.
3) Menciptakan kesan pertama yang baik.
4) Meningkatkan daya saing perusahaan.
5) Meningkatkan laba dalam jangka panjang.
c. Konsep layanan prima
Keberhasilan dalam mengembangkan pelayanan serta konsep yang prima dapat ditentukan dari pemilihan konsep pendekatannya. Konsep excellent service yang baik didasari pada 7A + S. Berikut penjelasannya.
1) Attitude (sikap)
Potret perusahaan, diawali dari kesan yang ditorehkan oleh karyawan perusahaan tersebut, terutama mereka yang berdiri di frontliner atau siapa pun yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan. Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah dan menjunjung tinggi profesionalisme pekerjaannya serta mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan.
2) Ability (kemampuan)
Meski pada awalnya bukan konsep dasar, namun di era yang semakin berkembang para karyawan harus memiliki kemampuan (ability). Artinya, karyawan harus memiliki kemampuan untuk melayani konsumen misalnya komunikasi, kemampuan menjual (selling), kemampuan memecahkan masalah dengan cepat, manajemen kecemasan, hingga hal-hal yang lebih praktis misalnya penggunaan teknologi seperti Excel, dan software transaksi.
3) Attention (perhatian)
Attention (perhatian) adalah prinsip pelayanan prima berikutnya yang wajib dimiliki semua karyawan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Attention merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan atau tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan. Dalam melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut.
4) Action (tindakan)
Hal yang perlu dilakukan di tahap ini adalah melakukan tindakan nyata untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan/keinginan pelanggan/tamu, jika kurang yakin dan lebih baik lakukan konfirmasi dengan sopan. Jika diperlukan dapat dilakukan pencatatan, apalagi jika permintaan tersebut cukup beragam, dan jika hal ini adalah bagian dari transaksi, maka permintaan tersebut bisa dicatat di form yang harus sudah disiapkan. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih, dan tanyakan apa masih ada hal lain yang bisa dibantu, sembari mengatupkan tangan sebagai tanda menghormati dan menghargai. Jadi menjalankan prinsip keempat dari pelayanan prima, yaitu action sangat penting, sebagai bentuk nyata dari sebuah kepedulian (attention).
5) Accountability (tanggung jawab)
Konsep pelayanan prima berikutnya adalah accountability atau tanggung jawab, yaitu sikap keberpihakan kita kepada pelanggan/tamu/mitra kerja sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian kita. Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati, maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan.
6) Appearance (penampilan)
Penampilan karyawan baik secara fisik maupun nonfisik merefleksikan kredibilitas perusahaan, maka dari itu penting untuk selalu menjaga penampilan ini. Standar penampilan harus dibuat oleh perusahaan, dan setiap karyawan harus menjalankannya, apalagi saat bertemu dengan pelanggan atau tamu.
7) Sympathy (simpati)
Hal terakhir yang menjadi konsep dasar excellent service adalah rasa simpati. Terkadang sudah secara profesional melakukan pelayanan prima namun karena kurangnya simpati yang dimiliki, proses pelayanan pun tidak berjalan dengan baik. Simpati sendiri adalah sikap di mana Anda bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.
d. Pentingnya layanan prima
Kepuasan atau layanan yang dirasakan pelanggan atau konsumen dari pelayanan yang diberikan merupakan tujuan dilakukannya pelayanan yang prima. Ketika pelanggan atau konsumen merasakan kepuasan atas pelayanan yang diterimanya membuka peluang kembalinya pelanggan tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan membawa pelanggan baru. Selain itu tidak menutup kemungkinan pelanggan yang datang di saat tertentu akan berubah menjadi pelanggan yang loyal dan tetap. Dengan demikian perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih dan manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang menerapkannya.
e. Prosedur layanan prima
Berikut beberapa tip yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.
1) Memberikan sapaan ramah
Salah satu cara mudah memberikan pelayanan prima dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah dengan menerapkan sapaan ramah kepada para pengunjung yang datang dan keluar. Jadi, penyedia layanan bisa menempatkan satu pegawai di pintu masuk atau area pelayanan yang bertugas untuk menyambut tamu yang datang. Selain menyambut, pegawai tersebut bertanggung jawab untuk melayani pengunjung.
2) Berikan batasan waktu pelayanan
Cara membuat pelanggan puas dan senang adalah dengan memberikan waktu tunggu yang tidak panjang. Oleh karena itu, berikanlah batasan waktu pelayanan, contoh sejak pelanggan melakukan pemesanan hingga makanan datang, batas waktunya adalah 10 menit. Batasan ini bisa diinformasikan kepada pelanggan atau bisa dijadikan sebagai aturan internal saja.
3) Responsif dan reaktif
Pastikan bahwa dalam bisnis memiliki jumlah pegawai yang cukup hingga dapat bersifat dan bersikap responsif jika ada suatu masalah. Jangan membuat pelanggan menunggu terlalu lama ketika membutuhkan sesuatu. Hal ini dapat dihindari dengan adanya pembagian tugas yang detail dan jelas untuk setiap orang.
4) Lakukan survei dan evaluasi
Salah satu cara untuk melihat apakah pelayanan yang diberikan sudah memuaskan atau belum, yaitu dengan melakukan survei kepada para pelanggan.
Hal ini dapat dilakukan ketika pelanggan selesai bertransaksi atau sebelum mereka keluar dari perusahaan. Selanjutnya, kumpulkan hasil survei tersebut sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah bagus dan perlu dipertahankan. Serta sisi apa saja yang masih perlu dikembangkan lagi.
5) Perhatikan penampilan
Penampilan sangat diperlukan dalam mengahadirkan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, karena dengan penampilan terbaik tentu dapat meyakinkan pelanggan saat memberikan pelayanan. Misalnya karyawan untuk posisi sebagai resepsionis/frontliner harus memiliki tutur kata yang baik, berpenampilan yang menarik, memiliki tubuh yang porposional, dan lain-lain.
6) Kesediaan melayani
Pegawai harus profesional atau sepenuh hati dalam melayani, sebagaimana tugasnya yang harus siap selalu melayani pelanggan yang memang memerlukan bantuan yang berhubungan dengan layanan atau produk yang dijual.
7) Pengetahuan dan keterampilan
Supaya dapat melayani dengan baik, maka pegawai harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam bidang yang dikerjakannya. Misalnya petugas pelayanan yang memiliki tingkat pendidikan atau pelatihan tertentu maka jabatannya harus yang sesuai dengan keterampilannya.
8) Tepat waktu dan janji
Dalam pelayanan maka pegawai dalam melakukan tugasnya jika membuat janji dengan pelanggan harus diperhitungan terlebih dahulu, apakah waktu dan janji tersebut bisa ditepati, misalnya mengadakan pertemuan dengan pelanggan dalam waktu kurun waktu 3 (tiga) hari maka harus dapat terpenuhi.
9) Kejujuran dan kepercayaan
Dalam melakukan pelayanan harus memiliki aspek kejujuran dalam segala hal, baik itu jujur dalam bentuk aturan, jujur dalam bentuk pembiayaan dan jujur dalam menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Jika bersikap jujur maka petugas pelayanan dapat dipercaya dari berbagai aspek misalnya dari segi perkataannya, sikapnya, dalam melakukan bekerja, dan lain-lain.
10) Efisien
Pelayanan kepada masyarakat atau pelanggan harus efisien dan efektif, karena pelanggan menuntut hal-hal tersebut. Sehingga dapat menghasilkan biaya murah, waktu singkat dan tepat, serta hasil dari pelayanan yang berkualitas.
11) Kepastian hukum
Jika hasil dari pelayanan yang dilakukan kepada pelanggan berupa suatu keputusan, maka harus memiliki kepastian hukum. Jika tidak memiliki kepastian hukum yang jelas maka akan berpengaruh kepada sikap masyarakat, misalnya dalam pelayanan mengurus surat-surat berharga jika ditemukan ketidakpastian hukum maka akan berpengaruh kepada kredibilitas perusahaan atau pelayanan tersebut.
12) Keterbukaan
Setiap urusan atau kegiatan yang memperlakukan izin, maka keterbukaan perlu dilakukan. Sikap keterbukaan itu akan berpengaruh pada kejelasan informasi kepada masyarakat atau pelanggan.
13) Biaya
Dalam pelayanan perlu penentuan pembiayaan yang wajar. Oleh karena itu biaya harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat, harus transparan, dan sesuai peraturan. 14) Tidak rasial
Dalam melakukan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan ras, suku, agama dan politik, pelayanan harus dilakukan secara merata.
15) Kesederhanaan
Prosedur atau tata cara pelayanan kepada para pelanggan harus dipermudah dan tidak berbelit-belit dalam pelaksanaannya.
f. Kebersihan diri dalam pelayanan prima
Aktivitas yang dilakukan oleh pegawai yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada konsumen, adapun kebersihan diri meliputi perawatan tubuh supaya tubuh tetap bersih, sehat serta meningkatkan derajat kesehatan tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seseorang untuk menerapkan kebersihan, antara lain:
1) Faktor predisposisi
Pada faktor ini terdiri atas kepercayaan, pengetahuan, tradisi, serta nilai budaya atau norma.
2) Faktor pendukung
Terdiri atas beberapa faktor lingkungan untuk memberi fasilitas perilaku seseorang berkaitan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan. Adapun fasilitas kesehatan yang dimaksud antara lain air bersih, vitamin, obat-obatan, serta ketersediaan kamar mandi dan toilet bersih. 3) Faktor pendorong atau penguat
Orang yang memiliki pengaruh besar dalam suatu lingkungan, misalkan tokoh masyarakat, pemuka agama, petugas kesehatan dan pemegang kekuasaan.
g. Teknologi digital dalam pemasaran
Proses pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dapat terpengaruh oleh adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pada awalnya proses pemasaran yang dilakukan suatu perusahaan dilakukan secara konvensional pada akhirnya secara perlahan akan beralih menggunakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital.
h. Jenis pemasaran digital
Semakin pesatnya perkembangan pemasaran digital, maka perusahaan membaginya menjadi dua sebagai berikut.
1) Push digital marketing
Push digital marketing adalah strategi pemasaran yang berpusat pada “mendorong” produk atau layanan ke audiens target. Tujuan utama dari push marketing adalah untuk membawa produk atau layanan kepada pelanggan potensial sehingga mereka tidak perlu mencarinya. Taktik push marketing umum termasuk media sosial, kampanye email, direct mail, siaran dan pemasaran cetak. Berikut beberapa contoh cara push marketing.
a) Sebuah toko ritel menawarkan diskon untuk pelanggan yang membeli salah satu produk baru mereka.
b) Bisnis lokal baru mengirimkan kampanye pemasaran email kepada penduduk daerah tersebut untuk menawarkan diskon pelanggan baru dalam waktu terbatas.
c) Bisnis bata-dan-mortir menyiapkan tampilan titik penjualan di kasir untuk menarik pelanggan agar melakukan pembelian di menit-menit terakhir.
d) Merek parfum baru menawarkan insentif kepada department store yang menjual produknya.
2) Pull digital marketing
Pull digital marketing adalah kebalikan dari push marketing karena tujuannya adalah untuk menarik pelanggan potensial ke produk perusahaan daripada mendorong produk ke pelanggan.
Pull marketing berfokus pada menemukan cara untuk membuat pelanggan datang ke bisnis atau merek daripada sebaliknya. Jenis pemasaran ini paling sering digunakan ketika pelanggan sudah tahu apa yang mereka inginkan atau ketika merek sudah terkenal.
Berikut adalah contoh bagaimana bisnis dapat menggunakan pemasaran tarik.
a) Sebuah perusahaan menerima beberapa penjualan melalui mulut ke mulut dari pelanggan saat ini.
b) Sebuah bisnis menghabiskan beberapa tahun untuk mengiklankan perusahaannya dan sebagai hasilnya, sekarang menjadi merek pionir yang menarik pelanggan dengan sedikit atau tanpa iklan yang dibutuhkan.
c) Sebuah perusahaan mem-posting beberapa artikel informatif yang mendidik calon pelanggan tentang bagaimana mereka harus memilih produk yang paling tepat untuk mereka. Akibatnya, pelanggan tertarik pada produk perusahaan karena ditampilkan secara positif dalam artikel yang informatif.
i. Manfaat penerapan teknologi digital
Penerapan teknologi pemasaran digital pada suatu produk dapat memberikan banyak manfaat, sebagai berikut.
1) Memulai bisnis dengan biaya kecil
Digital marketing dapat membantu perusahaan menghemat biaya dalam intensitas serta jangkauan pemasaran. Perusahaan bisa membuat akun media sosial atau blog secara gratis untuk mempromosikan bisnis. Biaya iklan melalui media sosial populer seperti facebook dan instagram juga bisa disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.
2) Mudah menjangkau banyak calon konsumen
Ponsel dan akun media sosial hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Maka, semakin luas jangkauan promosi yang dilakukan semakin banyak calon konsumen yang bisa terjaring. Ketika melakukan kegiatan pembagian brosur atau memasang spanduk hanya akan menjaring orang-orang yang melihat atau menerimanya secara langsung. 3) Mudah beradaptasi dengan tren baru untuk pemasaran
Sejak memasuki dunia digital, masyarakat semakin mudah mengikuti beragam tren. Produk digital seperti media sosial, situs video, dan streaming menyebarkan beragam tren musik, film, meme, challenge, dan sebagainya. Berbagai metode pemasaran yang memanfaatkan tren di dalam digital marketing juga bermunculan dengan cepat seperti email marketing, blog dengan konten menarik, tren atau malah menggunakan “orang biasa” sebagai model, video animasi kreatif, meme iklan, akun bisnis yang bahasanya personal atau humoris, hingga konten video.
4) Bisa meningkatkan loyalitas konsumen
Jika jenis bisnis yang dijalankan punya banyak saingan, perusahaan harus membuat konsumen datang berkali-kali ke produk atau jasa. Media digital cocok untuk memasarkan bisnis dengan cara yang menarik minat konsumen dan menciptakan emosi positif setiap kali mereka membayangkan produk yang dipasarkan.
5) Sarana tepat untuk branding dan membangun reputasi
Perusahaan bisa membuat beberapa akun media sosial dengan desain yang mencerminkan tema bisnis yang dijalankan. Gunakan gambar dan logo bisnis pada foto profil serta header. Buat postingan dengan gaya bahasa yang cocok dengan target pasar. Anda juga bisa menggunakan media lain untuk memasarkan merek, misalnya video pendek yang lucu atau menarik dan menampilkan produkmu, lalu tampilkan di Instagram Reels atau YouTube. 6) Memudahkan pengumpulan data dan evaluasi strategi
Akhirnya, setiap bisnis yang baik harus memiliki data dan hasil laporan sebagai bahan evaluasi. Pemasaran digital memudahkan mengumpulkan data secara otomatis. Hal ini karena alat pemasaran seperti akun media sosial dan situs bisnis memiliki sistem pencatatan data dan laporan (analytic). Informasi yang bisa diperoleh dari data ini sangat beragam. Ada jumlah kunjungan per periode (hari, minggu, bulan), demografi pengunjung, jenis postingan terpopuler, hingga jumlah pembelian dan waktu-waktu paling ramai atau produktif.
j. Isu-isu dalam penerapan teknologi pemasaran digital
Semakin berkembangnya teknologi digital, perusahaan perlu melakukan penyesuaian pada teknik pemasaran supaya lebih modern. Adapun masalah atau isu yang muncul dalam pelaksanaan pemasaran digital sebagai berikut.
1) Isu dalam digital marketing
Dalam menjalankan pemasaran digital tidak hanya mendatangkan manfaat bagi perusahaan, akan tetapi terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pemasaran digital sebagai berikut.
a) Ketergantungan pada perkembangan teknologi
Teknologi digital yang terus mengalami perkembangan menjadikan media pemasaran akan berupaya membuat inovasi baru agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Tingginya ekspektasi konsumen dan penggunaan perangkat digital yang semakin pesat menjadikan perusahaan bergantung terhadap perkembangan teknologi. Sehingga ketika teknologi tidak tersedia, perusahaan akan mengalami keterbatasan dalam membuat inovasi terbaru serta perusahaan akan dihadapkan dengan tantangan baru dalam mengatasi permasalahan tersebut.
b) Isu keamanan dan privasi
Kewaspadaan terhadap privasi dan keamanan dalam bertransaksi secara online harus dijaga oleh konsumen. Dalam sebuah penelitian hampir semua konsumen online akan mengambil langkah aktif unuk meningkatkan keamanan online. Peraturan dan pedoman privasi data yang diterapkan oleh pemerintah dan organisasi, keamanan di seluruh dunia akan menuntut para pengusaha untuk menerapkan serta mempelajarinya. Tim pemasaran pun memiliki kewajiban menaatinya, jika tidak ditaati perusahaan akan mendapatkan hukuman sesuai aturan yang berlaku.
c) Infrastruktur internet yang belum merata di Indonesia
Hal pokok dalam pemasaran digital adalah ketersediaan jaringan internet. Adapun di Indonesia infrastruktur internet belum merata di semua daerah sehingga penerapan pemasaran digital berjalan kurang maksimal.
d) Persaingan yang ketat
Pemasaran digital memiliki keuntungan dan kelebihan yang semakin besar menjadikan persaingan bisnis semakin ketat.. Di sini perusahaan akan berlomba-lomba untuk memanfaatkan pemasaran digital yang mempermudah dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat.
2) Isu dalam e-commerce
Bentuk transaksi bisnis dapat berupa bisnis ke bisnis (B2B), bisnis ke konsumen (B2C), konsumen ke konsumen (C2C), serta konsumen ke bisnis (C2B). Akan tetapi dalam penerapannya e-commerce memiliki hambatan atau permasalahan yang dapat terjadi pada konsumen online. Selanjutnya hambatan tersebut menjadi isu yang harus diwaspadai oleh konsumen online. Beberapa isu tersebut, sebagai berikut.
a) E-commerce belum dipercayai oleh konsumen secara penuh.
b) Hal yang diinginkan oleh konsumen tidak ditemukan oleh konsumen pada e-commerce tersebut.
c) Pembayaran yang mudah belum dimiliki konsumen.
d) Konsumen masih ketakutan terhadap pencurian kartu kredit, kerahasiaan individu mengalami kebocoran, serta jaringan internet tidak selalu baik.
e) Konsumen belum merasa yakin atas keuntungan yang didapatkan apabila menyambung dengan internet.
3) Isu dalam marketplace
Dengan adanya marketplace akan memudahkan transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli. Maka, tidak mengherankan apabila saat ini banyak perusahaan yang melakukan penjualan melalui marketplace. Banyak keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dengan melakukan penjualan menggunakan marketplace, akan tetapi terdapat tantangan yang menjadi isu dalam marketplace, sebagai berikut.
a) Penundaan pembayaran
Pedagang yang berjualan melalui marketplace tertentu tidak langsung menerima uang mereka setelah transaksi masuk. Marketplace biasanya memberi waktu bagi pembeli untuk membatalkan setelah memasukkan pesanan.
b) Loyalitas konsumen cenderung kurang
Penjual juga cenderung lebih mudah menggaet pelanggan loyal jika mereka berhasil menciptakan kedekatan antara merek dengan minat belanja. Hal di atas cenderung mudah dilakukan di situs toko pribadi, tetapi relatif sulit di marketplace. Penjual harus berbagi tempat dengan pesaing lain sehingga persaingan relatif tinggi.
c) Kurangnya kebebasan dalam mengatur desain toko
Dalam membuat desain, perusahaan bisa menggunakan jasa desainer situs atau keahlian sendiri jika memang memiliki latar belakangnya. Akan tetapi, marketplace tidak menawarkan semua itu karena kios-kiosnya relatif sama bagi setiap penjual.
d) Sulitnya melakukan komunikasi langsung yang berarti
Komunikasi langsung dengan pembeli bisa menjadi salah satu “senjata” promosi merek bagi penjual. Akan tetapi, komunikasi lewat sistem pesan marketplace cenderung kurang personal.
e) Visibilitas merek lebih rendah
Penjual bisa menciptakan visibilitas merek menggunakan situs e-commerce yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik mata. Berbagai fitur toko juga bisa disesuaikan sehingga sesuai dengan jenis produk.
4) Isu dalam media sosial
Media sosial adalah suatu media yang dapat digunakan sebagai media pemasaran digital yang digunakan suatu perusahaan atau pelaku usaha lainnya. Perkembangan pemsaran digital sangat pesat dan dianggap pemasaran yang efektif. Hal ini dipengaruhi karena dengan melakukan pemasaran secara digital, produk yang ditawarkan bisa lebih murah dengan begitu penjual dapat menghemat biaya promosi atas produknya tersebut. Tidak hanya itu, pemasaran secara digital jangkauan konsumen yang akan dicapai lebih luas. Meski begitu terdapat beberapa tantangan dalam pemasaran menggunakan media sosial, sebagai berikut.
a) Kurangnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan atau penjual.
b) Semakin ketatnya persaingan