Course Content
Strategi Bauran Pemasaran dan Pengembangan Produk
0/3
Digital Marketing

Analisa pasar

Analisis pasar adalah bagian yang sangat penting dari rencana pemasaran produk. Melalui analisis pasar, pendapatan penjualan dan keuntungan perusahaan dapat ditingkatkan. Selain itu, analisis pasar diperlukan untuk mengetahui peluang dan potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan. Analisis pasar adalah hal terpenting untuk menentukan bahwa pasar baru tidak dapat ditoleransi. Hasil analisis pasar berguna untuk memahami potensi bisnis yang ada dan berapa lama bisnis tersebut bisa bertahan.

Pengertian analisis pasar

Analisis pasar adalah penilaian kualitatif dan kuantitatif dari pasar saat ini. Hal ini merupakan studi tentang perubahan dinamis dari berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan pasar. Menganalisis pasar memungkinkan bisnis untuk sepenuhnya memahami perilaku pasar untuk mengembangkan rencana bisnis yang tepat dan memenuhi kebutuhan saat ini.

Menurut Komarudin (2001), analisis pasar adalah kegiatan berpikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungan satu sama lain, dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu. Analisis pasar merupakan bagian yang sangat penting dari rencana pemasaran produk. Melalui analisis pasar, pendapatan penjualan dan keuntungan perusahaan dapat ditingkatkan.

Dengan bantuan analisis yang tepat, pengusaha bisa mendapatkan wawasan berharga tentang informasi jenis pasar tertentu dan karenanya dapat mengembangkan strategi. Hal ini juga membantu pengusaha memahami kebutuhan pelanggannya dengan lebih baik. Sehingga, akan memberi gambaran kepada pengusaha secara menyeluruh tentang pasar yang akan dioperasikan.

Inti dari perusahaan adalah bagian pemasaran, sedangkan inti dari pemasaran adalah riset pasar. Dikatakan inti pemasaran adalah riset pasar, karena data dari riset pasar merupakan dasar keputusan manajemen.

Adapun keputusan manajemen atau pemilik perusahaan dalam menentukan kebijakan, antara lain:    

  a. Perlakuan produk yang sudah ada untuk meningkatkan penjualan Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan terkait kebijakan perlakuan produk yang sudah
ada untuk meningkatkan penjualan, yaitu:
1) Memperbaiki cara penjualan produk.
2) Memperbaiki atau meningkatkan frekuensi iklan atau promosi.
3) Memperbaiki cara distribusi produk.
4) Memperbaiki layanan purnajual.

b. Menentukan produk atau jasa baru yang akan diluncurkan (launching)

Beberapa hal yang berkaitan dengan kebijakan penentuan produk baru atau jasa yang akan
diluncurkan, antara lain:
1) Menentukan produk dan jasa baru yang akan dijual.
2) Menentukan cara iklan atau promosi.
3) Menentukan cara distribusi.
4) Menentukan layanan purnajual.


Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan dari riset pasar adalah menyediakan informasi untuk pembuatan keputusan pemasaran. Sedangkan keputusan pemasaran Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan dari riset pasar adalah dijual dapat memberikan jaminan kelangsungan hidup perusahaan dengan mendapatkan profit yang
sebesar-besarnya bagi perusahaan.

Fungsi analisis pasar

Analisis pasar penting karena memberikan pengusaha kemampuan untuk mengungkap peluang dalam pasar, mengetahui pendapat pelanggan tentang produk perusahaan, dan meningkatkan komunikasi perusahaan dengan pasarnya.
Terdapat beberapa alasan diperlukannya analisis pasar, yaitu:

a. Mengetahui kebutuhan pelanggan

Dengan analisis pasar, pengusaha akan mengetahui alasan pelanggan menggunakan produk dan/atau layanan yang ditawarkan, selain itu akan memberikan informasi mengenai pesaingnya. Oleh karena itu, pengusaha harus bisa mengembangkan dan meningkatkan pelayanan yang diberikan agar pelanggan merasa puas.


b. Membuat perusahaan memiliki produk atau layanan terbaik


Sangat sulit untuk melihat produk atau layanan yang dimiliki secara kritis, mengingat jumlah waktu dan uang yang diinvestasikan di dalamnya. Analisis pasar memaksa perusahaan untuk melihat ke dalam, dengan perspektif objektif. Ini memaksa perusahaan untuk mempertimbangkan bagaimana produk mereka membuat pelanggan mereka merasa memiliki alasan ingin membelinya.


c. Membantu menentukan Unique Selling Proposition (USP)
Dengan analisis pasar, maka perusahaan dapat membuat fitur produk dan layanan yang membedakannya dengan pesaing di pasaran. Analisis pasar membantu menentukan USP yang penting untuk membangun model bisnis yang berkelanjutan.


3. Tujuan dan keuntungan analisis pasar

a. Tujuan analisis pasar
Analisis pasar memiliki beberapa tujuan utama, salah satunya adalah untuk menentukan kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan, dan untuk menentukan bagaimana merancang dan menentukan penawaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Adapun tujuan secara umum analisis pasar, yaitu:

1) Menentukan keputusan yang tepat.
2) Menghadapi para pesaing.
3) Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.
4) Mengetahui karakteristik pasar.
5) Membuat program dalam bidang pemasaran.
6) Mengenal ciri-ciri pasar.
7) Mengenal lingkungan pasar.
8) Mengenal tipe-tipe pasar. 

Untuk meningkatkan penjualan, analisis pasar akan menguntungkan perusahaan, yaitu dapat meningkatkan omzet penjualan, memperoleh keuntungan yang diharapkan, dan meningkatkan produksi. Selain itu, produk dan komoditas yang dijual oleh perusahaan akan semakin terkenal, dan produksi perusahaan akan meningkat yang dipengaruhi oleh konsumen, dan perusahaan
akan bertahan di pasaran.

b. Keuntungan analisis pasar

Perusahaan yang menerapkan analisis pasar dalam menjalankan usahanya tentu akan mendapatkan keuntungannya sendiri. Di mana setelah melakukan suatu analisis pasar dalam rangka menggiatkan penjualan barang-barangnya, perusahaan akan mendapatkan keuntungan,
antara lain:


1) Barang-barang perusahaan yang bersangkutan akan menjadi terkenal.
2) Hasil produksi perusahaan akan digemari konsumennya.
3) Perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
4) Perusahaan dapat meningkatkan omzet penjualan barangnya.
5) Perusahaan akan memperoleh keuntungan yang diharapkan. 6) Perusahaan dapat meningkatkan produksinya.

Ruang lingkup dan faktor analisis pasar

Analisis pasar merupakan bagian integral yang penting dalam melakukan kegiatan penjualan produk di pasar. Oleh karenanya, suatu perusahaan tidak akan menjual produknya sebelum melakukan analisis pasar. Berikut ruang lingkup dan faktor yang memengaruhi analisis pasar. a. Ruang lingkup analisis pasar
Pada dasarnya ruang lingkup analisis pasar mencakup beberapa permasalahan berikut.
1) Pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
2) Penafsiran data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
3) Penyimpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
4) Pengendalian dalam bidang pemasaran.

Adapun secara khusus, ruang lingkup analisis pasar itu mencakup beberapa permasalahan mengenai hal-hal berikut.


1) Barang dan jasa yang dipasarkan
Suatu perusahaan tentunya memiliki barang dan jasa yang akan ditawarkan dan dijual kepada konsumen. Oleh karena itu, dalam penetapannya perlu melihat analisis pasar yang ada. Jika konsumen membutuhkan barang-barang konsumsi menjelang suatu perayaan, maka produsen akan membuat atau memperbaiki barang-barang yang dimilikinya agar dapat memenuhi kebutuhan dan dapat dijual kepada para konsumen. Barang dan jasa yang diproduksi perusahaan berdasarkan analisis pasar, yaitu:


a) Jenis dan sifat barang.
b) Kuantitas dan kualitas barang.
c) Warna dan ukuran barang.
d) Merek dan harga barang.
e) Desain dan model barang.
f) Barang-barang industri dan konsumsi. 

2) Letak pasar, sifat, dan karakteristik pasar

Dalam melakukan tugasnya, seorang manajer pemasaran harus mengetahui tentang letak pasar beserta sifat dan karakteristik pasar yang akan dituju. Tujuannya, untuk mempermudah manajer pemasaran menentukan target market, market strategy, dan segmentasi pasar.

3) Organisasi pembelian
Dalam hal ini, seorang manajer pemasaran harus mengetahui siapa yang membeli barang, siapa yang menggunakan barang, siapa yang paling berpengaruh di dalam pembelian barang, dan sebagainya.


4) Kegiatan pembelian
Kegiatan pembelian meliputi siapa pihak yang membeli barang, di mana pembelian barang dilakukan, berapa harga barang, berapa banyaknya barang yang dibeli, bagaimana persyaratan dalam pembelian barang, dan bagaimana cara pembeliannya.


5) Perkembangan pembelian
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui bagaimana perkembangan harga barang, bagaimana persediaan barang, bagaimana keadaan persaingannya, serta bagaimana keadaan permintaan dan penawarannya.

6) Saingan perusahaan
Supaya dapat memenangkan persaingan yang ada, maka perlu dilakukan analisis pasar. Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui keadaan persaingannya, apakah ada saingan yang melakukan tindakan mengejutkan atau adakah saingan yang tidak sehat.        

7) Pola pembelian
Perusahaan perlu mengetahui dan mengkaji kebutuhan, keinginan, serta pola pembelian konsumen. Hal itu karena pola pembelian para konsumen di pasar sangat berbeda-beda. Perencanaan pemasaran perusahaan sangat penting sekali bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan dan sama pentingnya untuk para manajer pemasaran yang mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Begitu pula mengenai analisis pasar yang sangat penting di dalam menentukan suatu keputusan yang efektif di dalam bidang pemasaran.

b. Faktor yang memengaruhi analisis pasar

Perusahaan dan produknya tidak dapat dipisahkan dari para konsumen yang menjadi sasarannya. Oleh karena itu, salah satu faktor yang memengaruhi analisis pasar adalah tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli dalam membeli suatu barang.
Tingkat konsumsi dalam pembelian barang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: 

1) Faktor umur
Umur dapat memengaruhi pembelian terhadap hasil produksi perusahaan. Di mana setiap jenjang usia membutuhkan barang dan jasanya masing-masing, sehingga hal tersebut perlu untuk dianalisis oleh perusahaan agar dapat menyediakan produk yang sesuai.


2) Faktor pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka kebutuhannya juga akan semakin kompleks. Untuk itu, perusahaan harus menentukan target produknya sebelum melakukan penjualan.    

3) Faktor selera
Selera konsumen merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menyediakan barang dan jasa. Hal ini dikarenakan selera setiap orang berbeda-beda, sehingga semakin banyak jenis produknya, akan semakin mengundang konsumen untuk membelinya.


4) Faktor agama
Faktor agama juga merupakan salah satu hal yang memengaruhi tingkat pembelian barang. Hal tersebut dikarenakan setiap agama membutuhkan produk yang berbeda-beda dalam menjalankan kegiatan keagamaannya.


5) Faktor budaya
Budaya setiap bangsa tidaklah sama. Oleh karena itu kebutuhannya pun juga berbeda. Hal tersebutlah yang memengaruhi tingkat konsumsi terhadap barang perusahaan.


6) Faktor musim
Musim di setiap negara tidaklah sama. Perbedaan musim tersebut tentunya juga memengaruhi produk barang dan jasa yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, orang yang tinggal di negara dengan musim dingin tentu akan lebih sering membeli jaket daripada orang yang tinggal di negara tropis.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut perusahaan dapat menentukan jenis barang dan jasa yang akan diproduksi. Apabila pada kenyataannya hasil produksi tidak sesuai keinginan dan kebutuhan para konsumen, hal ini menandakan bahwa perusahaan yang bersangkutan mengalami kegagalan dalam usahanya. Sebab konsumen tidak akan membeli barang- barang tersebut, sehingga perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan sesuai yang diharapkannya.

Barang-barang yang dihasilkan oleh perusahaan, berfungsi atau tidaknya ditentukan oleh para konsumen. Suatu barang yang mempunyai manfaat atau nilai guna, ada kemungkinan tidak akan dibeli oleh konsumen jika barang tersebut tidak dikenal oleh para konsumen. Oleh karena itu, perusahaan harus mempromosikan barang tersebut agar dapat dikenal oleh para konsumen, sehingga dapat menciptakan permintaan. Adanya permintaan tentunya akan meningkatkan penjualan produk perusahaan yang akhirnya memberikan keuntungan.