Course Content
Strategi Bauran Pemasaran dan Pengembangan Produk
0/3
Digital Marketing

Konsep Dasar Biaya

Biaya merupakan kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa, yang diharapkan memberikan manfaat pada saat ini atau masa mendatang bagi organisasi. Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat di masa depan. Pada perusahaan yang berorientasi laba, manfaat masa depan biasanya berarti pendapatan.

  1. Klasifikasi biaya

Menyajikan dan menyampaikan data merupakan tujuan dari dilakukannya klasifikasi biaya. Adapun data tersebut dapat digunakan oleh pihak manajemen dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan.

a. Berdasarkan objeknya

Biaya berdasarkan objeknya terbagi menjadi dua jenis yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung.Berikut penjelasannya.

1) Biaya langsung Biaya langsung adalah semua pengeluaran yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa. Beberapa di antaranya seperti upah tenaga kerja, pembelian bahan baku, dan biaya pemasaran produk.     2) Biaya tidak langsung Biaya tidak langsung adalah pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan seluruh proses produksi barang atau jasa. Contohnya seperti upah mandor, administrasi pabrik, biaya listrik, dan biaya penyusutan mesin produksi.

b. Berdasarkan fungsinya

Klasifikasi biaya berdasarkan fungsinya terdiri dari beberapa hal, sebagai berikut.

1) Biaya produksi (manufacturing cost) Biaya produksi merupakan biaya yang berkaitan dengan fungsi produksi. Adapun yang termasuk dalam biaya produksi, antara lain, biaya overhead pabrik, biaya bahan baku langsung, serta biaya tenaga kerja.                 2) Beban pemasaran (marketing expense) Beban pemasaran merupakan biaya yang berkaitan dengan fungsi pemasaran. Sebagai contoh yaitu beban iklan, beban gaji karyawan, dan biaya angkut penjualan.           3) Beban administrasi dan umum (administrative and general expense) Biaya ini berkaitan dengan fungsi administrasi dan umum. Sebagai contoh beban penyusutan peralatan departemen akuntansi, beban gaji departemen personalia, dan beban perlengkapan pada departemen keuangan.

c. Berdasarkan perilaku biaya

Biaya produk berdasarkan perilakunya dapat dibedakan menjadi beberapa hal, sebagai berikut.

1) Biaya tetap Biaya tetap merupakan biaya yang tidak terpengaruh sama sekali oleh volume produksi. Biaya ini memiliki dua karakteristik, yakni tak akan berubah oleh periode maupun aktivitas tertentu. Sementara, biaya per unitnya justru berbanding terbalik dengan perubahan jumlah produksi.

2) Biaya variabel Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah proporsional dengan perubahan volume kegiatan atau produksi tetapi jumlah per unitnya tidak berubah.     3) Biaya semi variabel Biaya semi variabel bisa juga disebut dengan biaya campuran mempunyai aspek biaya tetap dan variabel. Dalam hal ini, biaya tetap sebagai jumlah biaya minimum dalam menunjang aktivitas, sedangkan biaya variabel memengaruhi volume kegiatan.

d. Berdasarkan jenis bagian atau departemen

Berdasarkan departemennya, biaya produksi dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut. 

1) Departemen produksi (production departemen) Departemen produksi merupakan salah satu bagian dari perusahaan manufaktur yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi. Di mana kegiatan produksi ini dapat dilakukan dengan tangan maupun mesin. Jumlah mesin yang digunakan dapat memengaruhi biaya produk. Apabila dalam suatu departemen terdapat dua jenis mesin atau bahkan lebih yang berbeda dalam satu departemen, biaya produksi dapat dapat ditentukan dengan tepat dan departemen dapat dibagi ke dalam beberapa pusat biaya.     2) Departemen pendukung Departemen pendukung merupakan unit organisasi yang terlibat dalam proses produksi secara tidak langsung. Selain itu, departemen ini memiliki tugas memberikan layanan jasa kepada departemen lain di perusahaan, salah satunya yaitu produksi.

e. Berdasarkan waktu pembebanan

Berdasarkan waktu pembebanannya, klasifikasi produk terbagi menjadi dua jenis berikut. 

1) Biaya produk Pada umumnya biaya produk yang berkaitan pada perusahaan manufaktur di antaranya biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Adapun biaya ini akan dicatat dan alokasikan ke persediaan (inventory), Ketika terjadi penjualan dari suatu produk yang tersedia, biaya persediaan akan berubah menjadi harga pokok penjualan (expense). Harga pokok penjualan umumnya digunakan untuk membandingkan pendapatan yang telah terealisasi dari proses penjualan.     2) Biaya periode Biaya periode merupakan biaya yang tidak berkaitan dengan persediaan produk, akan tetapi berkaitan dengan periode waktu atau periode akuntansi. Pada umumnya biaya periode untuk memperoleh pendapatan di beberapa periode akuntansi serta periode akuntansi yang sedang berjalan. Contohnya adalah biaya administrasi dan biaya pemasaran.

  1. Unsur-unsur biaya produksi

Terdapat tiga unsur dalam menentukan harga pokok produksi. Berikut diuraikan mengenai unsur penentuan harga pokok produksi.

  1. Biaya bahan baku Biaya bahan baku adalah besarnya nilai bahan baku yang dimasukkan ke dalam proses produksi untuk diubah menjadi barang jadi.
  2. Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang jadi.
  3. Biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang terjadi di pabrik selain biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja langsung.